Debut Manis Kevin De Bruyne di Serie A Musim 2025/2026: Membawa Napoli Menuju Kemenangan
Dalam laga pembuka melawan Sassuolo di Stadion Mapei, De Bruyne langsung mencuri perhatian dengan penampilan gemilang, membantu Napoli meraih kemenangan tipis 2-0 atas tim promosi tersebut. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa Napoli, di bawah arahan Antonio Conte, siap mempertahankan gelar Scudetto mereka.
Latar Belakang Kepindahan De Bruyne ke Napoli
Kepindahan Kevin De Bruyne ke Napoli menjadi salah satu transfer paling sensasional di bursa musim panas 2025. Setelah mengakhiri masa bakti selama satu dekade bersama Manchester City, di mana ia memenangkan enam gelar Liga Primer Inggris dan satu Liga Champions, De Bruyne memilih tantangan baru di Serie A dengan bergabung ke Napoli secara gratis setelah kontraknya berakhir.
Pemain berusia 34 tahun ini menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun, menunjukkan ambisinya untuk tetap bersaing di level tertinggi.
Napoli, yang berhasil meraih gelar Serie A musim 2024/2025 di bawah kepemimpinan Antonio Conte, melihat De Bruyne sebagai tambahan kualitas untuk mempertahankan dominasi mereka. Meski usianya tidak lagi muda, visi permainan, umpan akurat, dan kemampuan mencetak gol dari jarak jauh yang dimiliki De Bruyne dianggap sebagai senjata penting untuk menghadapi persaingan ketat di Serie A dan Liga Champions.
“Saya ingin bermain di level tertinggi dan merasakan kompetisi baru. Napoli adalah juara bertahan, dan atmosfer di sini sangat menarik. Saya juga punya kenangan pribadi dengan kota ini karena saya menikah di Napoli pada 2017,” ujar De Bruyne dalam wawancara dengan media Italia.
Debut yang Dinanti-nantikan
Laga melawan Sassuolo menjadi panggung perdana De Bruyne di Serie A. Meski Napoli kehilangan striker bintang Romelu Lukaku akibat cedera paha serius selama pramusim, De Bruyne dipercaya Antonio Conte untuk menjadi pengatur serangan utama dalam formasi 4-1-4-1.
Ia ditemani Scott McTominay, Frank Anguissa, dan Matteo Politano di lini tengah, dengan Lorenzo Lucca mengisi posisi penyerang tengah.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, di mana Sassuolo, yang baru promosi ke Serie A setelah menjuarai Serie B musim lalu, menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Didukung oleh Domenico Berardi dan Armand Lauriente, Sassuolo memberikan tekanan awal kepada Napoli.
Pada menit ke-17 Napoli membuka kemenangan, lewat umpan silang dari Matteo Politano melepaskan umpan lambung brilian yang memanjakan Scott McTominay, yang kemudian mencetak gol pembuka dengan sundulan kepala didalam kotak penalti.
Gol tersebut seolah menjadi pemicu kebangkitan Napoli. De Bruyne, yang bermain sebagai gelandang serang, terus mengatur ritme permainan dengan visi dan distribusi bola yang khas.
Pada menit ke-35, ia kembali mencuri perhatian dengan tendangan bebas melengkung dari jarak 25 meter yang nyaris menggandakan keunggulan Napoli, tetapi hanya membentur tiang gawang.
Babak Kedua: Ketangguhan Sassuolo dan Magis De Bruyne
Namun, De Bruyne tidak membiarkan momentum berpindah sepenuhnya ke Sassuolo. Pada menit ke-57, ia mengambil tendangan bebas dengan penuh percaya diri sebelum melepaskan tendangan bebas akurat ke arah gawang sehingga menghasilkan gol kedua bagi Napoli
Hingga peluit akhir dibunyikan, Napoli berhasil mempertahankan keunggulan mereka meski Sassuolo terus mencoba menekan. De Bruyne, yang bermain selama 90 menit, mencatatkan satu assist, 92% akurasi umpan, dan tiga peluang emas yang diciptakan. Penampilannya membuat media Italia, termasuk Gazzetta dello Sport, memujinya sebagai “Raja Kevin” yang siap menguasai Serie A.
Rekor Sejarah dan Harapan untuk Napoli
Menariknya, debut De Bruyne tidak hanya mencuri perhatian karena performanya, tetapi juga karena ia mencatatkan rekor sebagai pemain lapangan tertua yang menjalani debut untuk Napoli di Serie A pada era tiga poin (sejak 1994-95).
Pada usia 34 tahun dan 56 hari, ia melampaui rekor sebelumnya, menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk bersinar di kompetisi elite.
“Kevin adalah pemain luar biasa dengan pengalaman dan kualitas yang sangat dibutuhkan tim ini. Dia langsung menunjukkan dampaknya, dan saya yakin dia akan menjadi kunci kesuksesan kami musim ini,” kata Antonio Conte usai pertandingan.
Sementara itu, para penggemar Napoli di Stadion Mapei dan di media sosial menyambut debut De Bruyne dengan antusiasme luar biasa. Sebuah unggahan di X dari akun @panditfootball menyebutkan, “Dengan kedatangan Kevin De Bruyne dan duet maut bersama Scott McTominay, mampukah Partenopei pertahankan Scudetto untuk pertama kalinya?” Unggahan ini mencerminkan optimisme besar di kalangan pendukung Napoli.
Tantangan ke Depan
Meski debut De Bruyne berjalan sukses, perjalanan Napoli untuk mempertahankan gelar Scudetto tidak akan mudah. Kehilangan Osimhen dan Kvaratskhelia, ditambah cedera panjang Lukaku, membuat tim ini bergantung pada kedalaman skuad dan kemampuan Conte untuk mengintegrasikan pemain baru seperti De Bruyne, Sam Beukema, dan Lorenzo Lucca.
Selain itu, persaingan dari klub seperti Inter Milan, AC Milan (yang diperkuat Luka Modric), dan Juventus menambah kompleksitas musim ini.
“Serie A adalah liga yang sangat kompetitif dengan gaya bermain yang berbeda dari Liga Primer. Saya harap bisa membantu tim berkembang dan belajar dari budaya sepak bola di sini,” ujar De Bruyne.
Laga berikutnya akan menjadi ujian berat bagi Napoli, dengan pertandingan melawan Cagliari, Fiorentina, dan AC Milan di bulan September. Khususnya, duel melawan AC Milan akan menjadi sorotan karena mempertemukan De Bruyne dengan Luka Modric, dua maestro lini tengah yang sama-sama memulai petualangan baru di Serie A.


Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.