PSIM Yogyakarta Curi Tiga Poin di Kandang Persebaya dengan Kemenangan Dramatis 1-0
Gol tunggal yang dicetak oleh Norberto Ezequiel Vidal pada menit ke-90+2 menjadi penentu kemenangan Laskar Mataram dalam laga pembuka kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan yang menjadi laga pembuka Super League 2025/2026 ini berlangsung sengit sejak menit awal. Persebaya, yang bermain di depan pendukungnya sendiri, langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-11, Malik Risaldi nyaris membuka keunggulan untuk Bajul Ijo setelah menerima umpan dari Bruno Moreira, namun upayanya digagalkan oleh penjaga gawang PSIM, Cahya Supriadi.
PSIM, yang kembali ke kasta tertinggi setelah 19 tahun absen, tidak tinggal diam. Pada menit ke-21, Deri Corfe mendapatkan peluang emas, tetapi tendangannya melambung di atas mistar gawang Persebaya yang dijaga Ernando Ari.
Tujuh menit berselang, penyerang PSIM Nermin Haljeta menguji Ernando dengan tendangan keras dari jarak dekat, tetapi kiper internasional Indonesia itu melakukan penyelamatan gemilang.
Babak pertama berakhir tanpa gol, dengan kedua tim menunjukkan permainan disiplin di lini pertahanan. Memasuki babak kedua, PSIM tampil lebih berani. Ze Valente mengancam gawang Persebaya pada menit ke-48 dengan tendangan mendatar, namun Ernando kembali sigap menahan bola.
Persebaya berusaha membongkar pertahanan rapat PSIM melalui serangan sayap dan tendangan jarak jauh. Salah satunya adalah upaya Dejan Tumbas pada menit ke-67, tetapi bola masih melenceng dari sasaran. Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, mencoba mengubah dinamika permainan dengan memasukkan Gali Freitas pada menit ke-75, namun serangan Bajul Ijo tetap sulit menembus lini belakang PSIM yang dikawal Yusaku Yamadera dan Franco Ramos.
Puncak drama terjadi di injury time babak kedua. Pada menit ke-90+2, Dede Sapari, yang masuk sebagai pengganti Reva Adi Utama, mengirimkan umpan lambung akurat ke depan gawang Persebaya.
Norberto Ezequiel Vidal, yang lepas dari kawalan bek Persebaya, menyundul bola dengan keras dan tak mampu dihentikan oleh Ernando Ari. Gol ini memastikan kemenangan 1-0 untuk PSIM, sekaligus memicu sorak sorai para pendukung Laskar Mataram yang hadir.
Komentar Pelatih
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengaku puas dengan performa anak asuhnya. “Kemenangan ini adalah standar kami. Kami bermain disiplin dan mampu memanfaatkan peluang di momen krusial. Ini awal yang baik untuk musim ini,” ujar pelatih asal Belanda tersebut usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Persebaya, Eduardo Perez, menyayangkan kegagalan timnya memanfaatkan peluang. “Kami mendominasi di beberapa fase, tetapi kurang tajam di depan gawang. PSIM bermain sangat terorganisir, dan kami harus belajar dari kekalahan ini,” katanya.
Dampak Kemenangan
Kemenangan ini membawa PSIM Yogyakarta menempati peringkat kedua klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan tiga poin, di bawah Borneo FC yang juga menang 1-0 atas Bhayangkara FC pada hari yang sama. Sementara itu, Persebaya harus puas berada di papan bawah tanpa poin.
Laga ini juga menandai kembalinya PSIM ke kompetisi kasta tertinggi setelah meraih gelar juara Liga 2 musim lalu. Performa solid mereka di laga ini menunjukkan bahwa Laskar Mataram siap bersaing di Super League.
Susunan Pemain
Persebaya Surabaya (4-3-3): Ernando Ari (PG); Arief Catur, Dime Dimov, Risto Mitrevski, Dejan Tumbas; Francisco Rivera, Milos Raickovic, Toni Firmansyah (Kadek Raditya 58’); Malik Risaldi (Gali Freitas 76’), Mihailo Perovic (Rizky Dwi Pangestu 76’), Bruno Moreira.
Pelatih: Eduardo Perez.
PSIM Yogyakarta (4-3-2-1): Cahya Supriadi (PG); Reva Adi Utama (Dede Sapari 86’), Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Raka Cahyana (Rio Hardiawan 74’); Corfe Deri (Andi Irfan 86’), Rahmatshoh Rahmatzoda (Savio Sheva 65’), Ghulam Fatkur; Ze Valente, Ezequiel Vidal; Nermin Haljeta.
Pelatih: Jean-Paul van Gastel.
Pertandingan Berikutnya
Persebaya akan melanjutkan perjuangan mereka dengan bertandang ke markas Persita Tangerang pada 16 Agustus 2025 di Stadion Indomilk Arena. Sementara itu, PSIM akan menjamu Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada hari yang sama.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa PSIM Yogyakarta bukan sekadar tim promosi, tetapi ancaman nyata bagi tim-tim besar di Super League 2025/2026.

Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.